5 Penyakit Akibat Suka Makan Asin Yang Sering Terjadi

Penyakit Akibat Suka Makan Asin – Tubuh memerlukan garam agar kebutuhan elektrolit dapat terpenuhi sehingga keseimbangan asam basa dalam tubuh tetap terjaga.

Namun, ketika kamu suka makan asin, konsumsi garam dapat berlebihan. Dan, konsumsi garam yang berlebihan dapat menimbulkan penyakit.

Natrium klorida, bahasa ilmiah garam, mengandung elektrolit Natrium sebanyak kurang lebih 40% dan klorida sebanyak kurang lebih 60%, yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, membantu relaksasi otot, membantu kontraksi otot, dan menyalurkan sistem saraf.

Ion Natrium yang terkandung dalam garam mempunyai sifat menarik air seperti magnet. Jadi, coba bayangkan, ketika kamu suka makan asin, air yang dikonsumsi akan lebih mudah tertahan dalam tubuh, sehingga cairan yang ada dalam tubuh bisa berlebihan dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.

Apa saja penyakit akibat suka makan asin?

1.  STROKE

Hubungan suka makan asin dengan penyakit stroke bermula saat konsumsi garam yang berlebihan menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh.

Adanya penumpukan cairan dalam tubuh yang sulit dibuang oleh ginjal akan memicu timbulnya penyakit tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol oleh obat, karena konsumsi garam masih berlebihan, dapat memicu penyakit lain seperti HHD (Hipertensive Heart Disease) dan Stroke Hemoragik.

Saat dinding pembuluh darah otak yang tipis pada suatu ketika tidak dapat menahan tekanan darah yang terlalu tinggi akibat konsumsi garam yang berlebihan, akhirnya pembuluh darah otak tersebut pecah dan menimbulkan perdarahan atau stroke hemoragik.

Stroke hemoragik adalah gangguan pembuluh darah otak akibat perdarahan. Pada hipertensi yang tidak terkontrol, tekanan darah tinggi ini juga mempengaruhi pembuluh darah otak.

2. HIPERTENSI

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya bahwa penumpukan cairan dalam tubuh akibat suka makan asin akan meningkatkan tekanan darah dan memicu penyakit hipertensi. Beberapa penelitian yang menyatakan hubungan antara konsumsi garam berlebihan dengan angka kejadian hipertensi sudah terbukti sejak tahun 1994.

Pengobatan hipertensi pun sulit untuk mengontrol tekanan darah menjadi normal jika seseorang tersebut masih saja suka makan asin. Agar tekanan darah dapat segera dikontrol oleh obat-obatan maka gaya hidup suka makan asin harus dihindari.

Penyakit tekanan darah tinggi sendiri jika tidak segera dikontrol akan menimbulkan komplikasi dan berkembang menjadi penyakit jantung (Hipertensive Herat Disease).

Menurut beberapa penelitian, orang dengan hipertensi yang telah mengurangi konsumsi garam, akan menurunkan risiko penyakit Hypertensive Heart Disease sebanyak 25% untuk 10 tahun atau 15 tahun di masa yang akan datang.

Beberapa penelitian juga menyatakan bahwa mengurangi konsumsi garam akan mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung sebanyak 20%.

Suka makan asin akan berdampak pada banyaknya beban kerja jantung akibat penumpukan cairan dalam tubuh sehingga memicu timbulnya penyakit jantung.

Dengan mengurangi makan asin, kita telah menjaga jantung kita dari beban kerja yang berlebihan dengan mencegah terjadinya penyakit hipertensi dan komplikasinya seperti pembengkakan jantung atau hipertrofi ventrikel kiri dalam istilah kedokteran.

3. OSTEOPOROSIS

Osteoporosis atau pengeroposan tulang dapat dipicu dengan gaya hidup suka makan asin. Banyaknya garam yang dikonsumsi berpengaruh terhadap penyerapan kalsium pada tulang. Konsumsi garam berlebihan mencegah tulang menyerap kalsium.

Jadi jangan sampai usaha kamu untuk mencegah osteoporosis di kemudian hari dengan gencar mengkonsumsi susu high calcium menjadi berbanding terbalik ketika kamu suka makan asin.

Karena kalsium dalam susu tersebut akhirnya menjadi kurang maksimal penyerapannya ketika terlalu banyak mengkonsumsi garam.

WHO (World Health Organization) menyarankan untuk hanya menggunakan satu sendok teh garam dalam masakan setiap harinya jika kamu benar-benar ingin membatasi. penggunaan garam.

4. GANGGUAN PENCERNAAN

Suka makan asin mempunyai dampak terhadap terjadinya gangguan pencernaan. Konsumsi garam berlebihan akan meningkatkan produksi cairan empedu. Saat produksi cairan empedu meningkat, kenkentalan darah akan meningkat juga yang dampaknya dapat menurunkan vitalitas tubuh.

Suka makan asin juga menyebabkan gangguan pencernaan seperti ulkus peptikum dan ulkus duodenum, suatu kondisi dimana saluran pencernaan seperti lambung dan usus dua belas jari mengalami perlukaan di permukaannya.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh American SOciety For Microbiology Conference, garam berinteraksi sangat baik dengan kuman penyebab ulkus lambung dan dua belas jari, Helicobacter pylori.

Konsumsi garam berlebihan juga mengganggu kinerja hormon pepsin yang mempunyai peranan penting dalam pencernaan.

Beberapa penelitian juga menemukan korelasi antara konsumsi garam berlebihan dengan angka kejadian kanker lambung. Hal ini dipicu oleh kadar Natrium dalam garam yang dapat meningkatkan risiko penyakit kanker lambung berdasarkan penelitian.

5. HIPERTROFI VENTRIKEL KIRI

Pembengkakan jantung atau hipertrofi ventrikel kiri adalah efek negatif dari suka makan asin. Saat kamu suka makan asin, cairan menumpuk dalam tubuh, dan ginjal akan mengalami kesulitan untuk membuang kelebihan garam. Akhirnya, kelebihan cairan tubuh yang tidak bisa dibuang ginjal ini dapat menumpuk di seluruh tubuh termasuk ventrikel kiri jantung.

Dalam jantung, terdapat bilik kiri yang mempunyai fungsi untuk menampung darah untuk dipompakan ke seluruh tubuh. Otot bilik kiri akan berkontraksi dan memompa darah agar bisa mengalir ke seluruh tubuh.

Suka makan asin akan menyebabkan kadar garam dalam tubuh menjadi berlebihan sehingga penumpukan cairan dalam bilik kiri menyebabkan terjadinya hipertrofi ventrikel kiri.

Pembengkakan jantung ini lama kelamaan meningkatkan risiko terjadinya gagal jantung yang ditandai dengan beberapa gejala, di antaranya adalah. oedem anasarca (pembengkakan seluruh tubuh) dan oedem paru (sesak napas karena penumpukan cairan di paru-paru).

Default image
beritaok.com
Articles: 6